Selasa, 04 Maret 2014

Samurai eXpired

Samurai eXpired

            Di sebuah kampung yang bernama “Karang Panas” tinggallah seorang gadis yang bernama Fatimah. Ada yang unik pada perilaku gadis ini, ayo tebak pembaca (he..he..). Fatimah selalu membawa sebuah kayu berukuran 1 meter berbentuk seperti toya yang diberi nama “Shiro”. Maklum dia adalah otaku, ceritanya sewaktu masih SD sering banget nonton anime samurai X. Sampai-sampai perabaton di rumahnya banyak yang pecah gara-gara ditebas dengan shiro. Sebenarnya Fatimah pengen banget punya katana beneran alias 100% asli pedang yang terbuat dari campuran besi dan baja tetapi orang tua Fatimah was was dengan keinginan putrinya yang aneh bin ajaib. Solusinya ortu Fatimah akhirnya meminta sebuah tongkat toya dari perguruan pencak silat dengan terlebih dahulu dibentuk sedemikian mirip dengan katana. Dan pembaca yang budiman saat ini Fatimah sudah memasuki masa remaja, kelas 1 SMA dengan tetap menggandeng sobat sejatinya yaitu shiro.
            Siang itu sehabis pulang sekolah dia kebagian dapat menjaga warung serba usaha ibunya. Panas-panas seperti ini membuatnya tidak tahan untuk mencomot aneka gorengan di depannya dan segelas sirop rasa jeruk.
            “Ahh.., segernya!!” (sambil meneguk si sirop yang hampir habis)
            Dari kejauhan tampak segerombolan anak kecil yang tengah menuju warungnya. Bocah-bocah itu pasti mau ngutang lagi, hmm nggak akan gue biarin. Gumam Fatimah dalam hati.
            “Kak beli permen satu sama pelecing-nya dua ribu 3 bungkus?”,jawab bocah pertama.
            “Kak beli pecelnya tiga ribu 1 bungkus,”jawab bocah kedua.
            “Oke adek-adek yang manis,”jawab Fatimah
            Setelah itu Fatimah mulai mengulek bumbu pelecing terlebih dahulu dan disusul  bumbu pecel dengan terlebih dahulu menambah beberapa cabe yang sebenarnya melebihi takarannya. Sambil melirik dengan tatapan ala samurai ke bocak-bocah yang masih polos dan lugu namun bagi Fatimah mereka adalah monster kecil yang siap melakukan berbagai kejahilan.
            “Ini dek, totalnya yang ini 6 ribu dan yang ini 3 ribu,”sambil menunjuk (tak lupa memasang senyum malaikat).
            “Kak Imah (sapaan sehari-hari), kita lupa bawa uangnya. Gimana kalo ngutang dulu, besok-besok dibayar.”
            “Besok-besoknya berapa hari?”. Biar Kakak catet.
            “Hmm, (sambil memikirkan dan nengok ke atas) gimana ini sampai kapan kita ngutang,”bisik ke salah satu temannya
            “Iya..ya, sampai kapan,”balik bertanya
            “Kakak tulis seminggu deh, habis kelamaan mikirnya”
            “Tunggu dulu kak, bibi Imah perasaan nggak pernah nyatet-nyatet deh. Kok tumben sekarang kalo utang dicatat.”
            “Hmm, dasar bocah. Bibi Imah kelewat baik sama kalian dan menurut ilmu akuntansi yang sedang kakak pelajarin hal sekecil apapun harus dicatat termasuk hutang. Dan menurut Islam, hutang itu harus segera dibayar sebelum meninggal ntar kita masuk neraka lho.”
            Mereka terbengong-bengong mendengarkan penjelasan Fatimah dan meleletkan lidahnya terus ngeloyor pergi tanpa permisi. Dasar bocah tetapi lihat saja ntar he..he.. pasti mereka akan bolak-balik kamar mandi karena sakit perut (sambil memasang muka licik yang dipenuhi awan hitam). Beberapa menit kemudian si Mama sudah pulang dengan menenteng belanjaan yang cukup banyak untuk warung ditemenin si Bapak dengan mobil buntut yang bunyi napasnya ngos-ngosan.
            “Imah bantu mama ini, bawa belanjaan kok malah bengong ngelihatnya,”kata mama
            “Nah kebetulan mama sudah datang, Imah mau latihan bareng shiro” (sambil berlari dengan jurus seribu bayangan)
            “Eh..eh..ini anak disuruh malah kabur, dasar Imah. Jangan latihan dalam rumah!!”
            Di tengah kebun amaq Amet, Imah dan shiro mengambil posisi bersemedi terlebih dahulu sebelum latihan. Kemudian Fatimah berdiri memasang kuda-kuda dan menggenggam shiro. Lalu mengambil acang-acang, dengan pohon pisang sebagai korban eh maksudnya sebagai target.
            “Ciaaat!!!!” (dengan gerakan menebas posisi sebelah kiri melengkung 900)
            “Braaak” (si pohon pisang yang tidak berdosaa akhirnya tumbang)
            “Ups padahal cuma mau menggores sedikit. Berarti shiro, kekuatan kita bertambah.”
            Dari kejauhan amaq Amet yang lagi bersepeda ria dengan mimik kaget bercampur heran mendengar suara aneh dari kebun miliknya. Tanpa basa kalbu maksudnya basa basi mengayuh sepedanya dengan kecepatan diatas 60km/jam. Warga yang tengah melintas sontak mendadak melakukan goyangan dangdud ke kiri dan ke kanan menghindari “si Kancil” (nama sepeda amaq Amat). Dan sampailah di TKP (Tempat Kejadian Pembantaian).
            “Oh pohon pisang kesayanganku. Padahal tinggal seminggu lagi dikau berbuah. Siapa...siapa??? yang melakukan ini padamu.” (dengan muka yang berkaca-kaca meratapi nasib pohon pisang kesayangannya yang telah dibantai dengan sadis)
            Fatimah masih berdiri kaku meratapi nasib selanjutnya yang akan terjadi. Apa yang harus gue lakukan??. Amaq Amat lagi bawa si Kancil kalau gue kabur pasti dikejar dengan kecepatan extra, hmm kalau gue lawan memakai shiro pasti kalah soalnya amaq Amat lagi bawa goloknya. Aha gue tau.
            “Assalammualaikum miq
            “Wa-waalaikum salam” (masih dengan mimik sedih)
            “Miq, coba deh lihat di atas pohon jambu itu ada burung kutilang. Wah!! Warna bulunya bagus banget sayang kalo nggak ditangkap buat koleksi Mamiq.”
            “Mana Fatimah??” (sambil celingak-celinguk melihat setiap detail ranting pohon jambu)
            Yes misi berhasil dan saat ini kesempatan gue untuk kabur. Ayo shiro kita kabur. Sambil mengendap-ngendap dengan suara langkah yang mengikuti irama angin sepoi-sepoi. Fatimah mulai melancarkan jurus seribu langkah bangau menuju rumahnya.
            “Mana nih Fatimah, burungnya ndeq muncul-muncul?” (sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencari sosok Fatimah yang lenyap ditelan angin). “Fatimah!!!!!”. Sial aku kena tipu lagi, dasar bocah gila. Awas kalau ketemu nggak akan aku beri ampun. Sambil melihat nasib pohon pisangnya yang telah koma, amaq Amet tetap mencoba untuk menanamnya kembali tapi sayang seribu sayang akarnya tidak terlalu kuat untuk menopang kembali si pohon. Amaq Amet termenung sesaat meratapi nasib si pohon dengan melantunkan sebuah syair dan doa yang tulus beliau mengubur pohon pisang itu dengan taburan bunga di atasnya.
            “Shiro akhirnya kita selamat. Nah sekarang kita back go ke rumah.”
            Dalam perjalanan pulang Fatimah berpapasan dengan dua sohib kentalnya yang dari zaman TK sampai SMA nggak ganti-ganti, maklum sudah mendarah daging lengketnya.
            “Imah mau kemana lho, kok napasnya ngos-ngosan gitu kayak dikejar tanse eh maksudnya setan,”tanya Mira
            “Eh lho berdua, gue mau pulang. Mumpung kita ketemu gue pinjam dong catatan fisika dan kimia soalnya he.. gue belum sempat nyatet.”
            “Ck..ck..sudah gue duga lho bakalan ngomong kayak gitu siapa suruh  setiap pelajaran fisika dan kimia lho molor,”kata Siska
            “Wah Sis keren lho bisa nebak isi pikiran gue. Gue aja yang sudah bersemedi dengan shiro selama 7 tahun 7 bulan belum sampai ilmunya.”
            “Hello Imah!!, jangan lebay. Gue itu udah tempe eh tahu kebiasaan lho.”
            “Ho..ho..(tertawa ala bangsawan). Pada mau ke rumah Mira kan?”, nah gue ikut sekalian minjem catatan.
            Di rumah Mira, Fatimah bukannya langsung ke kamar Mira untuk minjem catatan malah bertarung ala samurai dengan adeknya Mira yang bernama Rian. Fatimah mengeluarkan jurus yang agak ringan maklum lawanya anak kecil. Setelah dirasa cukup menguras tenaga petarungan pun dihentikan berhubung mama Mira yang agak was was perabotannya bakal pecah.
            “Kak bisa minta tolong ambilkan layang-layang yang ngangkut di atas pohon durian?”
            “Hah.. pohon durian, ngerjain gue lho Rian. Oke no problem dengan bantuan shiro semua beres.”
            “Selamat berjuang Kak.”
            Fatimah mengucap doa dari lubuk hati yang paling terdalam agar buah durian tidak jatuh menimpanya. Tinggal sedikit lagi shiro menyentuh benang layangan itu dan detik berikutnya layangan sudah ditangan Fatimah. Namun tanpa sengaja shiro menyenggol buah durian di sampingnya dan kontan buah durian  itu melakukan goyang kiri dan kanan sebelum jatuh sesuai hukum grativasi. Fatimah yang sadar di bawah sana ada adeknya Mira yang masih bengong menunggu layangan akhirnya berusaha melakukan gerakan penyelamatan menjangkau sang durian yang tinggal semeter lagi menyentuh tanah tapi sayang sang durian telah sukses mendarat dengan bunyi yang cukup keras dan diselingi suara “Ciaaap”.
            Mati deh gue. Kira-kira apaan yang bunyi “Ciaaap”, kalau suara Rian nggak mungkin kayak gitu. Berarti itu suara apaan?. Dengan hati yang dag dig dug, Fatimah memberanikan diri melihat ke bawah dan seonggok makhluk yang tidak bisa dipaparkan kondisinya telah berpulang ke rahmatullah dengan beberapa orang yang menatap heran dan terkejut. Yap itulah sang ayam jago kebanggaan abah Mira yang tewas tertimpa durian. Fatimah mulai terserang nervous dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, tanpa permisi dulu kepada tuan rumah sambil memberi kode kepada Rian agar tidak ribut Fatimah kabur dan tidak lupa membawa buku catatan Mira yang tergeletak di meja ruang tamu. Sambil berlari Fatimah sempat melihat ke belakang dan menyesal telah membunuh ayam yang tak berdosa itu. Ayam jago itu sebenarnya lagi pedekate dengan ayam betina tetangga sebelah tetapi nasib cintanya harus terkubur sebelum berkembang. Fatimah kemudian menundukkan kepalanya dan berdoa semoga arwah dan amal ibadah sang ayam jago diterima disisinya. “Amin”.
            Akhinya sampailah Fatimah di rumah. Dia langsung masuk kamar dan menguncinya dengan gembok super gede berharap tidak ada yang mampu mendobraknya. Sang mama yang mendengar anak gadis semata wayangnya pulang langsung menuju kamarnya dengan muka kesal campur asam.
            “Imah!!!”. Buka pintunya mama mau ngomong ini soal beberapa pelanggan warung mama yang komplain.
            “Aduh Ma, Imah mau belajar ini. Besok saja ngebahasnya.”
            Kemudian untuk meredam amarah mamanya, Fatimah mulai menyetel musik laruku keras-keras sampai suara mamanya hilang ditelan dunia lain. Di meja belajar dia tengah menyusun staretegi untuk meloloskan diri dari kejaran amaq Amat, Mira dan  pelanggan warung mamanya. Strateginya bermacam-macam, mulai dari memasang jebakan dan perangkap anti bocor, melatih jurus seribu bayangan menjadi sepuluh ribu bayangan juga terobosan baru Fatimah beradaptasi dengan lingkungan, warna, cuaca di sekitarnya (seperti kamuflase bunglon).  Hmm sepertinya besok akan menjadi hari yang melelahkan bagi Fatimah.
            “Ma, Imah berangkat dulu. Assalammualaikum.”
            “Waalaikum salam. Hati-hati. Hmm Imah, mama hanya mohon satu hal kepadamu. (Jreng..jreng..) Berubahlah menjadi dewasa. Soal ayam jago abah Mira sudah mama ganti rugi, syukurlah ayamnya cuma gegar otak ringan plus amnesia dan sudah dibawa ke puskesmah terdekat.”
            Jantung Fatimah hampir saja mau copot dan keluar dari raganya tetapi untung saja dia langsung menangkap dan memasukkannya ke dalam. Bagai ditembak busur tepat ke hatinya, Fatimah merenungkan kata-kata mamanya yang tidak pernah disangka bakalan keluar dari mulut mamanya langsung bukan soal ayam jago lho. Selama ini mama dan bapaknya tidak pernah mengeluh soal kelakuannya yang rada unik dan bikin gemesin plus ngeselin warga sekitar akibat ulahnya bersama shiro tetapi justru yang keluar berupa nasehat bijak yang tidak pernah mau didengar Fatimah.
Di kelas Fatimah seperti kehilangan separuh jiwanya, bengong nggak jelas, disapa sama temannya malah bilang “selamat malam”. Belum lagi kedua temannya Mira dan Siska yang bingung soal perubahan sikap sohibnya yang 3600 miring ke kiri.
            “Imah..Imah..(sambil mengguncangkan bahunya),”panggil Siska
            “Imah!!” (teriak ditelinga Fatimah). Soal ayam jago abah gue lho nggak usah khawatir, sudah gue maafkan. Lagian masak cuma gara-gara ayam persahabatan kita goyang eh goyah,”kata Mira
            Fatimah yang sedang asyik bengong dengan mulut menganga kurang lebih  10cm, menatap lurus ke depan tanpa berkedip hanya merespons dengan ucapan “selamat malam” kadang-kadang berubah menjadi “good night”.
            Saking kesalnya, Mira dan Siska akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas turunan nenek moyangnya generasi ke sembilan plus cucunya yang ke sepuluh.
            “Eh lihat deh Sis, ada cowok cakep mirip artis korea,”kata Mira
            “Mana..mana.., (sambil melongokkan kepalanya ke jendela). Oh iya, cakepnya!!!”
            Fatimah yang mendengar kata “cowok cakep” mendapatkan suntikan energi sebesar 100% tanpa diskon.
“Co-cowok cakep, mana??”,sambil celingak-celinguk di dekat jendela kelas.
Sesosok makluk kawaii yang belum dapat diidentifikasi sedang melintasi koridor kelas. Angin sepoi meniup jilbab Fatimah (semua siswa perempuan di sekolah ini wajib memakai jilbab,” bunyi peraturan kepala sekolah” jreng), memberikan kesegaran sejenak di jiwanya yang tengah berduka disusul bunyi petasan yang berbentuk bunga tergambar di sisi kiri dan  kanannya dan ditambah lagi jantungnya yang berdetak tidak beraturan (bagi yang bisa dengar suaranya mirip tebasan samurai yang mengenai jantung Fatimah).
“Siska..Mira.., gue..gue.. sudah kalah sebelum bertanding. Mister misterius telah menebas jantungku hingga lukanya sangat dalam dan tak mampu lagi untuk diobati, hanya dia yang bisa mengobatinya.”
“Eh Imah.. lho nggak salah minum obat ya, kenapa omonganmu kesastra-sastraan?”,kata Siska
“Iya nih, pasti saking senangnya dapat tugas bahasa Indonesia. Gue tahu karena nilai bahasa Indonesiamu dapat 90 kan?”tanya Mira
“Hello guys tapi benar sih omonganmu Mira. Maksud gue itu, siapa cowok yang lagi jalan menuju kantin,”sambil nunjuk
“Hmm..(sambil menatap curiga ke Fatimah), namanya Ilham anak kelas 3-C jurusan IPS. Tempat nongkrong mushola sekolah sepertinya dia anak remus (remaja mushola),”kata Siska
“Ha..ha..ha.., Fatimah..Fatimah nggak nyangka pada hari,jam,menit dan detik ini lho naksir cowok. Sambil menunjuk ke wajah Fatimah seperti seorang yang bersalah. Sebelumnya saat ada cowok yang naksir lho pasti dia mati kutu besoknya, gara-gara lho kerjain. Kalau lho nggak ngerjain paling nantang duel, gue jadi inget sama anak kelas 3-D yang namanya Bimo atlet kempo. Sehabis lho duel sama dia dan ternyata dianya kalah. Dan besok saat kalian berpapasan, dianya malah sembunyi di balik pohon, mungkin dia ngeliat lho kayak ngelihat hantu kali, ha..ha..ha (sambil menyeka air mata yang nggak berhenti keluar gara-gara ketawa),”canda Mira
            “Emang cerita gue lucu ya, ck..ck..salahnya dia sendiri kenapa kalah lawan gue padahal cowok dasar lemot,”kata Fatimah
            “Hmm..duhai sahabatku (ketularan Fatimah) nggak gitu caranya kali plus tambah kurang nolak cowok. Nah sama Ilham sendiri gimana?”, apa lho mau memakai cara yang sama,”katta Mira
            “Stop talking about me!!”. Untuk kasus ini friends agak berbeda, tunggu aja aksi selanjutnya Fatimah si samurai.”
            Keesokan harinya Fatimah mulai memasang aksi nguntit Ilham. Dengan berpakaian ala detektif dia mulai mengikuti gerak-gerik Ilham, mulai dari ke perpustakaan, kantin, ruang guru, lapangan basket, rumahnya, kecuali kamar mandi cowok. Ternyata Ilham adalah sesosok pribadi yang unik di mata Fatimah, dia cowok yang alim bayangin aja sholat di zuhur dan ashar di mushola sekolah. Biasanya pulang sekolah jam 3, itu pun kebanyakan siswa malas kalau nongkrong di mushola buat nungguin waktu ashar paling pulang ke rumah atau nggak nongkrong main PS (Play Station). Pergaulan Ilham kebanyakan berteman dengan sesama jenis eh maksudnya ama teman-teman cowoknya kalau dengan teman ceweknya, Ilham menjaga interaksinya tidak terlalu sering. Hmm, benar-benar cowok alim dan cool. Sepertinya bakalan susah kalau harus berkenalan dengan dia. Aha aku masuk remus aja tanpa ketahuan Mira sama Siska.
            Setelah mendatangi markas remus dan mengisi formulir pendaftaran, Fatimah resmi menjadi anggota remus. Dan ternyata Fatimah sempat kaget dengan berbagai kegiatan remus, dia pikir ikut remus itu cuma diajarin ngaji dengar ceramah but she is wrong. Dalam remus itu justru ada kajian yang menarik tentang bagaimana kita bisa dekat dengan Allah swt dan dikemas dalam diskusi yang menarik serta fresh dan fun.
            Sehabis pulang sekolah tanpa pamit kedua sahabatnya, Fatimah langsung berlari ke arah mushola untuk berangkat menuju sebuah kampung untuk mengajar sekaligus membagikan bantuan berupa uang, sembako dan buku-buku pelajaran. Awalnya teman-temannya sempat heran terhadap shiro yang selalu dibawa sama Fatimah tetapi dengan alasan yang sok bijak Fatimah mengklarifikasi bahwa shiro adalah temannya sekaligus alat untuk melindungi dirinya.
            “Fatimah, ayo kita ajar bocah-bocah kecil itu ngaji. Lihat mereka lucu-lucu dan manis-manis,”sapa Intan
            “Hmm..iya” (mudahan mereka bukan monster kecil yang jahil)
            Sejauh ini kegiatan baksos (bakti sosial) berjalan lancar dan saatnya bersiap-siap untuk berpamitan kepada warga. Fatimah hanya bisa memandang Ilham dari kejauhan seperti pungguk merindukan punggung. Setelah mereka keluar dari gang ada beberapa pemuda yang menghalangi jalan mereka, pakaiannya seperti preman jangan-jangan mereka preman kampung ini.
            “Hey kalian!!!”. Anak-anak sok alim, beraninya menginjakkan kaki di kampung kami tanpa permisi,”kata preman bertato
            “Assalammualaikum mas-mas yang ganteng, kami ini dari remus SMA Tri Bangsa. Maksud kedatangan kami baik menawarkan ngaji anak-anak di sini,”sapa Anton ketua remus.
            “Haaah..ngajar anak-anak ngaji. Cih kami nggak butuh yang begituan, kalian tahu apa yang kami butuhkan???” Uang!!!”,jawab preman berambut gondrong dengan kasar.
            “Sabar Mas, segala sesuatu nggak bisa diukur dengan uang. Menurut agama Islam....
            Tanpa sempat meneruskan kata-katanya, Anton sudah dihadiahi sebuah bogem mentah tepat dihidungnya yang membuat hidung super mancungnya menjadi penyet. “Sial gue harus operasi plastik,”katanya polos. Tanpa dikomando perkelahian pun tak dapat dihindarkan maklum gejolak jiwa muda. Fatimah bersama teman-teman ceweknya sembunyi di pojokan. Sebenarnya Fatimah geregetan pengen mengeluarkan jurusnya bersama shiro tetapi Ilham dan beberapa kawannya menginstruksikan untuk melindungi mereka. Saat semuanya pada sibuk berkelahi tiba-tiba seorang preman menerobos pertahanan Ilham dan kawan-kawannya dan sontan para cewek teriak histeris.
            “Tenang teman-teman, Imah ada di sini bersama shiro untuk membantu,”jawab Fatimah
            “Bahaya Imah ntar kamu terluka,”kata Susi
            “Sudah biasa eh maksud gue tenang aja”
            Baiklah lawan Fatimak kali ini adalah preman berkepala dua, maksudnya preman dengan dua buah tongkat di kedua tangannya siap menghajar Fatimah.
            “Hey gadis manis, jangan cari-cari gara sama gue “Tami” (sambil menepuk dadanya yang kerempeng dengan bangga).
            “Ha..ha..nama lho aja nggak serem, jangan becanda deh lho. Siap-siap aja lho dihajar sama shiro
            Pletak, buuk, buuz, prang, traaang. Begitulah suara pertarungan yang tengah terjadi dipenuhi konser musik berbagai barang. Fatimah sudah melumpuhkan si krempang dan berikutnya datang preman yang agak berisi lemak. Dengan jurus memutar dan ditambah dengan loncat kodok, tebasan shiro tepat mengenai ulu hatinya tetapi sayang ditengah pertarungan sang legenda telah terbelah menjadi dua bagian. “Oh shiro, malangnya nasibmu”. Dan pertarungan belum berakhir sampai di situ tiba-tiba dari arah berlawanan datang seorang preman lagi dengan gerakan yang lincah mendekap tubuh Fatimah agar tidak bisa begerak. Gerakan Fatimah terkunci tetapi jangan panggil Fatimah kalau tidak bisa lepas dari cengkraman sang preman. Fatimah melakukan gerakan menendang ke belakang tepat mengenai alat vitalnya kemudian mengeluakan jurus rahasia dan pamungkasnya yaitu shuriken. Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh pihak remus dengan luka-luka cukup ringan, sementara Anton masih memegang hidungnya yang belum mengembang. Sementara dari pihak preman telah meminta maaf dengan ditemani aparat desa setempat sedangkan Fatimah masih dipojokan meratapi nasib shiro yang telah meninggalkannya tanpa berkata sepatah kata pun padahal Ilham sempat memuji terhadap tindakan heroiknya.
            Sampai di rumah, Fatimah mengunci diri dikamar dan merenungi peristiwa yang barusan saja terjadi sampai dia kehilangan sobat kentalnya. Setelah menimbang, merenungi dan mengikhlaskan kepergian shiro, dia membuat sebuah kotak kayu sebagai tempat peristirahatan terakhir shiro dan berjanji tidak menjahili warga sekitar kampungnya, membahagiakan kedua orang tuanya, berbuat kebaikan terhadap sesama, mengejar cinta Ilham dengan sabar juga terakhir dia akan pensiun dari perguruan samurai tetapi tetap menolong kaum yang lemah dengan sewajarnya.

Keterangan :
Ø  Toya : tongkat panjang yang biasa digunakan pada pencak silat
Ø  Shiro : putih
Ø  Otaku : fanatik yang berlebihan terhadap anime, style, band yang berbau jepang
Ø  Pelecing : makanan khas lombok yang super pedas
Ø  Amaq : bapak
Ø  Miq/Mamiq : sebutan hormat untuk bapak-bapak yang sudah haji
Ø  Ndeq : tidak
Ø  Laruku : band jepang
Ø  Kawaii : imut, manis

Ø  Shuriken : senjata rahasia ninja

**AKU PIKIR**

Aku pikir setelah mereka menikah, kegalauan mereka akan hilang
Tapi setelah aku melihat kenyataan yang justru bertolak belakang dengan harapanku
Pernikahan tidak semata-mata menghilangkan kegalauan cinta
Pernikahan adalah babak baru dalam kehidupan manusia yang pasti ada masalah, cobaan, tekanan kehidupan

Tetapi dari semua itu kembali ke individunya masing-masing untuk terus istiqomah merajut benang rumah tangga yang kadang kusut dengan tetap meningkatkan keimanan kepada Alloh SWT

Rabu, 26 Februari 2014

Bertarung dengan diri sendiri

Menggunakan samurai jiwa
Hari ini tanggal 12 november 2013
Aku kembali menatap langit dari balik jendela kamarku
Entah kenapa jika hatiku dan pikiranku mulai penat
Aku selalu memandangi langit dari balik jendela kamarku
Itu membuatku sedikit merasa tenang
Walaupun langit terasa jauh namun aku bisa melihatnya dengan kedua mataku
Mungkinn juga berbagai kesulitan yang aku alami bisa sedikit dan perlahan kulihat
Jalan untuk menyelesaikannya
Hari ini langit sore tidak secerah seperti biasa
Beberapa awan mendung menghiasi taburan warnanya
Namun itu tidak membuatku merasa kecewa
Karena langit mendung adalah satu anugrah pertanda akan turunnya hujan
Langit menyimpan berbagai misteri namun ada kelapangan yang luas saat memandangnya
Seakan langit ingin memberikan jawaban atas kebimbanganku namun aku tak mampu mendengar suaranya
Hanya perasaaan tenang yang mengisi relung hatiku berharap perlahan menemukan jawaban atas tugas, kerja, jodoh, rezeki dan masa depan.
Mulailah jalani dengan hati yang tulus dan mengharap ridhonya walaupun awalnya kuliah ini dipaksa tapi bismillah jalani saja dan jangan sampai mengecewakan kedua orang tuaku.

Insya alloh semester 3 dan 4 bisa aku jalani dengan lancar, Amin.
Lupakanlah semua hal yang menyakitkan
Walaupun masih berbekas di hati
Lupakanlah tentang semua dirinya
Karena dirinya tidak halal bagi dirimu
Ingatlah hal yang positif yang memberikan secercah ibroh bagi dirimu
Janji Alloh swt lebih pasti dari janji manusia
MIMPI

Semua berawal dari mimpi
Berusaha mewujudkannya
Maka tidak akan berakhir dengan mimpi
Butuh perjuangan melewati waktu
Angan-angan dan impian tidak seperti realita
Teori tidak seperti yang dipraktikkan
Tapi semangat seperti apa yang diangankan
Dengan berusaha sekuat tenaga maka impian akan menjadi nyata

Teruslah bermimpi...
TOMODACHI DAKARA
KARENA AKU HIDUP

 AKU BISA BERTEMU TEMAN

Jumat, 07 Februari 2014

my tomodachi

mengingat nostalgila zaman SMA, kelas X5, XI IPS 2, XII IPS 3
ternyata berteman dengan beberapa teman cowok lebih menyenangkan daripada pacaran yang awalnya saja yang berkesan berikut-berikutnya banyak cerita-cerita sinetronnya
pertama kali gue punya teman dan sahabat cowok, orangnya asyik dan penggemar anime, anaknya juga smart, malah gue dikasik poster 5566 (band taiwan yang lagi terkenal), hehe juga sebuah cincin rajutan saat dia pulang PKL
beberapa teman cewek bilang kita pacaran karena melihat kedekatan kami
tapi gue bilang, bukan, kita cuma temenan
rasanya lebih nyaman berteman daripada mengikat sebuah hubungan yang nggak jelas alias pacaran
dia juga hanya menganggap gue teman, walaupun gue pernah denger dia memuji gue dari salah satu teman
saat itu zaman-zaman saling minjemin catatan, ada beberapa teman cowok yang pinjem catatan gue
memang menyebalkan saat dekat-dekat ujian dipinjem tapi kalau dia yang minjem kok rasanya nggak masalah
gue sekelas bareng dia saat kelas 1 dan kelas 3, nggak nyangka bakalan sekelas lagi saat kelas 3 dan rasanya menyenangkan soalnya bisa dapat contekan dan nggak nyangka pas kuliah hehe sekelas lagi tapi tetap dia hanya cuma teman, my tomodachi
**open happines**

Rabu, 05 Februari 2014

PUTRI DAN PANGERAN

di sebuah negeri antah berantah yang nun jauh di sana, tinggallah seorang seorang putri yang berparas biasa saja. rumahnya terletak di pedalaman hutan yang jauh dari kota. dia tinggal bersama ibu dan ayahnya. keluarga mereka sangat harmonis. namun, sayang kedua orangtuanya berpikiran kuno dengan menjodohkannya dengan beberapa pria dari kota karena tidak tega melihat putrinya belum juga memiliki seorang pacar. di usia putri yang semakin menua membuat cemas kedua orang tuanya. putri sebenarnya ingin pergi jauh dari rumahnya, mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya. dia hanya menatap beberapa pria yang singgah kerumahnya namun tidak ada yang membuat ia terkesan sedikitpun. ia ingin berlari melihat dunia lebih luas lagi dan pergi dari dunia kecilnya. namun apa daya, dia masih belum berani mengambil tindakan.

di suatu senja yang indah, dia mulai berjalan ke luar rumah untuk mengamati lingkungan sekitarnya. dia pergi ke sebuah sungai yang airnya jernih dan melihat bayangannya sendiri. ternyata putri telah menua dan ia pun semakin sedih melihat bayangan wajahnya. di seberang sungai sana, ada sosok misterius yang mulai mengamatinya. putri masih terbengong melihat bayangan wajahnya, tanpa ia sadari sosok misterius itu mulai datang ke arahnya.

putri mulai merasa heran dengan pantulan wajahnya di sungai karena di samping wajahnya ada sosok wajah yang ia tidak kenal. perlahan putri mundur untuk mengambil kuda-kuda, sosok misterius itu dengan sigap mundur, sepertinya dia sudah terlatih.putri menatap heran sosok pria misterius yang berdiri tepat dibelakangnya.

pria tersebut membungkuk, tanda meminta maaf. putri langsung salah tingkah dan mengerti maksud pria tersebut. ternyata dia orang baik-baik. mereka pun berkenalan dengan perasaan yang masing-masing masih terasa aneh.

semakin lama mereka semakin sering bertemu di seberang sungai. sang pria pun ingin mengenal keluarga sang putri. putri sejenak berpikir dan meminta waktu kepada sang pria. putri pun kembali ke rumah dan menjelaskan perihal sang pria misterius. ibu sang putri menyetujuinya namun sang ayah masih terlihat ragu karena sosoknya yang masih misterius. 

keesokan harinya, sang pria datang dengan membawa hasil buruannya. dia mengetuk pintu dan keluarga sang putri membukanya. sang pria mulai membuka pembicaraan hangat dengan keluarga sang putri dan langsung ingin mengajak putri untuk menikah. di balik kamar putri merasa tidak percaya pada apa yang ia dengar. putri merasa sang pria benar-benar serius dan dia ingin mempercayai sang pria. namun, tidak bagi sang ayah putri yang kurang setuju dengan keputusan sang pria.

beberapa hari mereka tidak bertemu. ada terselip rasa kerinduan di kedua hati mereka. kadang perasaan yang tidak diundang pun datang seakan ingin membunuh mereka. keesokan harinya sang pria datang lagi dengan menawarkan sebuah "keseriusan". sang ayah mulai luluh hatinya namun dia tidak ingin putrinya meninggalkan rumah karena sang pemuda ingin membawa ke negerinya.

sang pria mulai bingung dengan perasaannya. ia tidak mampu lagi membendung perasaannya. malamnya dia memberanikan diri mengunjungi sang putri. dia mulai bersiul tanda memanggil sang putri. mendengar isyarat dari sang pria, putri membuka jendelanya. pandangan mereka berhenti sejenak dan sang pria mulai melemparkan sesuatu ke arah sang putri. dengan sigap sang putri menangkapnya. setelah itu sang pria pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. putri hanya menggengam erat barang misterius dari sang pria.

****

putri masih bimbang dengan pikirannya. dia mengadu kepada sang ibu. sang ibu menghargai keputusan sang putri dan ingin melihat kebahagian sang putri. keesokan malamnya, sang putri melakukan aksinya. dengan mengikat beberapa selendang dan menjulurkan dari jendelanya. dia mulai turun perlahan dari atas jendelanya. dengan langkah hati-hati ia menyusuri halaman belakang rumahnya. dari atas tembok, dia melihat sang pria dan mereka pun menebar senyum bahagia. 

sang pria mengulurkan tangannya agar sang putri dapat naik melompati tembok. sang putri tersipu malu. namun tiba-tiba pintu depan terbuka dan keluarlah ayah sang putri sambil memanggi-manggil sang putri. tanpa ragu sang putri menyambut sang pria dan mereka berhasil melompati pagar. mereka mulai berlari menyusuri hutan yang gelap gulita dan hanya ditemani sinar rembulan. napas mereka mulai berat dan kelelahan namun itu tidak mengurangi rasa kegembiraan yang mereka rasakan. 

akhirnya mereka berhenti berlari, di hadapan mereka terlihat sebuah kereta kuda yang mewah lengkap dengan para pengawal. sang putri menatap heran kepada sang pria. dari kejauhan terdengar suara kereta kuda. mereka berdua saling menatap heran. kereta kuda pun berhenti dan keluarlah ayah dan ibu putri. putri menarik tangan sang pria untuk mengajaknya berlari. namun sang pria menahan dan malah tersenyum kepada sang putri.

sang ayah mendekat kepada sang putri.
"Kenapa kau lari putri, Ayah sudah merestui kalian berdua."

sang putri dengan ekspresi heran menatap sang pria. sang pria tidak bisa menahan tawa lagi dan tawanya pun meledak. dia lalu mengatur ekspresinya dan dengan penuh keyakinan menatap sang putri.

"Maaf mengerjaimu, putri. Ayo kita berangkat ke istana kita."

THE END


banyak wanita dan pria yang menjalin hubungan yang tidak halal "pacaran"
hanya sebagian yang berujung pada pernikahan
hanya sebagian juga pria dan wanita yang "berani" tidak pacaran dan menjalin hubungan secara islami
melalui proses taaruf-khitbah-walimah
dalam proses ini apabila tidak cocok taaruf lalu ngapain harus menunggu terlalu lama
apa ingin mengenal lebih dalam sedalam apa? sampai mengenal luar dalam? sampai sejauh apa?
jika tidak ada perkembangan ke arah serius maka berhenti namun jangan memutus tali silaturahmi
bersabar dalam penantian yang indah oleh rencana Alloh

Minggu, 02 Februari 2014

Bismillah mulai move on dan melupakan kenangan yang menyakitkan yang membuat sedih, marah, kecewa
Insya Alloh semua ada hikmahnya
Bukti fisik sudah dihilangkan tinggal belajar melupakan perlahan-lahan pada sesuatu yang belum "halal"
Insya Alloh takdir dan rencana Alloh lebih indah
berusaha memperbaiki diri dulu :)

Sabtu, 01 Februari 2014

SURAT UNTUK STILETTO BOOK

Salam hangat buat Stiletto Book,
Stiletto Book, pertama kali membuka situs ini aku terkesan karena menyediakan buku-buku khusus perempuan. Buku yang kadang susah dicari karena berbagai banyak buku yang dicampur aduk dengan buku-buku yang lain. Namun di Stiletto Book aku dengan mudah menemukan kategori buku yang dicari seperti motivasi, roman dan gaya hidup. Aku melihat satu persatu buku yang ada di katalog dan wow.. semuanya menarik untuk segera dibaca. Setelah aku melihat katalog buku aku jada ingin lebih mengenal luar-dalam Stiletto Book. Buku-buku yang ada di Stiletto Book semuanya menarik perhatianku untuk segera dibaca namun ada tiga buku yang isi ceritanya sangat menarik yaitu Ladies’ Journey, Girl Talk dan A Cup of Tea Menggapai Mimpi.
Buku Ladies’ Journey menceritakan berbagai pengalaman tokohnya yang merasakan kepedihan, kekecewaan, kehangatan, ataupun kebahagiaan untuk menemukan cinta, jati diri dan harapan. Mereka menempuh jarak dan waktu untuk menggapainya, mencoba melupakan serpihan-serpihan masa lalu untuk melangkah menuju masa depan. Setiap cerita dalam buku ini mempunyai kenangan tersendiri dan kita akan diajak untuk menjelajah waktu menyusuri setiap cerita yang menyentuh hati. Aku sangat ingin membaca buku ini karena isi reviewnya sudah menarik perhatianku dengan menggambarkan berbagai kisah dan perasaaan yang campur aduk juga isi cerita tidak sama sehingga tidak membosankan. Apalagi buku ini mengajak pembacanya untuk menjelajahi waktu dan kenangan, membuat pembaca penasaran seperti apa akhir kisah yang mampu menggetarkan hati pembacanya. Kumpulan cerpen yang memberikan hikmah tersendiri dan layak dibaca.
Buku Girl Talk menceritakan soal perempuan dan cinta. Enam puluh perempuan hadir dalam buku ini menceritakan kisahnya masing-masing. Buku ini mengajak kita menyelami kehidupan perempuan lebih mendalam, tidak hanya berbicara tentang cinta tetapi seluk-beluk kehidupannya mulai dari rasa sakit hati, cinta yang terlampau mengikat, rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah seorang bayi mungil, tapi juga tentang perut membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya. Buku menarik perhatianku karena berisi kehidupan perempuan secara keseluruhannya dan diceritakan dalam kemasan yang unik dengan isi dan latar yang berbeda oleh masing-masing enam puluh perempuan. Kumpulan cerpen yang memberikan hikmah tersendiri dan layak dibaca.
Buku A Cup of Tea Menggapai Mimpi menceritakan, mimpi, semangat, motivasi dan hikmah yang tersembunyi pada setiap cerita. Buku wajib dibaca bagi yang merasa kurang bersemangat menjalani kehidupan. Masalah, satu kata yang mempunyai ribuan beban tetapi melalui buku ini akan ada proses bagaimana masalah itu dapat diubah menjadi energi positif yang tokohnya dapat bertahan dan menyelesaikan masalahnya. Aku belum membaca buku tapi dari isi review dan testimoninya sepertinya menarik. Apalagi buku ini berkaitan dengan “mimpi”, buku-buku sejenis ini aku sangat tertarik karena isi ceritanya tidak hambar tapi dari isi buku tersebut pembaca mendapatkan suntikan semangat dan motivasi serta memandang kehidupan ini lebih bermakna. Aku seorang penulis pemula dan berharap dapat menerbitkan sebuah buku motivasi yang dapat menginspirasi pembacanya dan aku melihat dalam buku ini ada suntikan semangat bagi pembacanya. Berharap segera dapat membacanya dan mengikuti jejak inspirasi para penulisnya. Salut buat para penulis dan Stiletto Book yang kisahnya dapat mengispirasi para pembaca dan dapat mengubah dunianya yang kelam menjadi bersinar.
Sebagai pembaca pemula yang baru mengenal Stiletto Book ,aku ada beberapa saran agar Stiletto Book lebih dikenal. Pertama, tampilan website Stiletto Book dibuat lebih menarik untuk menarik pembaca. Kedua, kategori buku diklasifikasikan berdasarkan usia. Ketiga, kategori buku lebih diperbanyak seperti kategori hobi,kuliner, fashion, travelling, komedi,roman, kesehatan, dll. Keempat, perbanyak lomba resensi buku terbitan Stiletto Book agar para pembaca pemula merasa tertarik untuk segera membeli buku di Stiletto Book. Kelima, perbanyak lomba menulis dan pemberian merchandise khusus untuk menjalin kedekatan dengan pembaca. Akhir kata, teruslah berjuang Stiletto Book menjadi pelopor inspirasi pengetahuan yang seksi bagi perempuan Indonesia.
Salam Hangat J

http://www.stilettobook.com/
Fitria Listiarini
flzefita@gmail.com




Sabtu, 25 Januari 2014

renungan

kematian itu sungguh dekat, sedekat hembusan napas, bersyukur terhadap nikmat hidup, kesehatan dan sisa umur yang tersisa

Kamis, 26 Desember 2013

renungan

ada sebab pasti ada akibat
ada komitmen belum tentu ada hak dan kewajiban
hak dan kewajiban akan ada bila ada terjalin suatu ikatan setelah komitmen
jadi sewajarnya saja bertindak, bersikap dan berperasaan namun hati bisa berkata lain
perlu manajemen hati untuk mengelola perasaan yang terlalu berlebihan
begitu juga dengan sebuah perencanaan yang bisa berubah atau tetap
tergantung usaha dan takdir Alloh swt
akan tidak tenang hati dan perasaan bila semuanya digantungkan pada seorang manusia
hanya Alloh tempat hati dan perasaan ini percaya sepenuhnya akan janji yang pasti terjadi
karena Alloh yang mampu menggerakkan hati dan pikiran manusia
**ganbatte**

Senin, 16 Desember 2013

Ada sebuah cerita tentang persahabatan di kampus biru
Kalau dihitung-hitung sampai tahun 2013 ini kita sudah sobatan sekitar 6 tahunan
Waktu yang cukup lama untuk sebuah persahabatan, kadang kita mengalami suka
Dan duka bersama, juga ada pertengakaran, kegilaaan, kelebayan,
Campur  aduk semua rasa
Seperti es campur yang berwarna pelangi
Sobat yang bernama Jannatul Azhari banyak kisah yang kita jalani bersama
Tak terasa satu persatu dari kita mulai menemukan tambatan hati, tempat berlabuhnya satu cinta yang suci
Rasa khawatir kadang aku rasakan, apakah nanti setelah menikah kita memiliki keluarga bisa tetap bertemu??
Namun kalau ada rasa persahabatan dan kebersamaan yang menyatukan kita, kenapa tidak?
Jarak dan waktu insya Alloh bukan sebuah hambatan
Semoga persahabatan kita tetap abadi dan berbahagia selamanya dengan keluarga di samping kalian
Semoga yang belum menambatkan cintanya segera dimudahkan, amin.

Mataram, 16 Desember 2013

Minggu, 15 Desember 2013

FOR U JA

KEPERGIAN SEORANG SAHABAT
Oleh : Fitria Listiarini

Persahabatan adalah sebuah kisah yang mungkin tak terlupakan sampai kita tua nanti. Kisah persahabatanku yang menyentuh dengan senyuman, gelak tawa bahkan derai air mata terjadi saat aku kuliah di fakultas Ekonomi salah satu perguruan tinggi di kotaku. Kisah ini berawal saat aku mengenal Laila, Ica, Mawar, Sri, Ira, Hal, dari semester satu sampai saat ini. Saat-saat aku mulai akan wisuda dan memperoleh gelar sarjana. Entah mengapa jika aku mengingat kisah ini rasa sedih akan selalu muncul. Mereka berlima adalah my best friend forever juga masing-masing mereka memiliki karakter dan ciri khas yang berbeda-beda. Semula kami selalu kompak, kadang warna jilbab yang sama, kadang becandaan dan kejahilan yang kompak dan tentu saja korbannya adalah aku (biasa muka polos). Dan waktu itu semester 3 kami sama-sama mengikuti kegiatan mentoring agama Islam yang semakin lama menambah rasa ikatan persaudaraan kita. Oya, masing-masing dari kami berasal dari daerah yang berbeda-beda, Aku, Laila, Ica dan Hal berasal dari Lombok, Mawar dan Ira berasal dari Bima sedangkan Sri berasal dari Sumbawa.
Jadi, kadang-kadang jika logat bahasa daerahnya muncul tidak jarang kami saling becanda apalagi Mawar yang logat bahasa daerahnya melekat terutama lucu saat dia mengucapkan sesuatu yang ada huruf “e” dan aku langsung mengolok-ngoloknya tapi dia malah balik ngolok dan terjadilah perang mulut. Tenang saja tidak sampai bertengkar hebat paling terjadi ketawa massal diantara kami. Mawar itu tipe orang yang jahil, suka menolong nulis catetan pas kuliah (he-he aku sering nitip ditulisin), pintar debat pas presentasi kuliah, suka nyanyi di kelas terutama lagu India (kadang kita semua ketawa abis suaranya lucu). Laila itu tipe orang yang gokil, suka becanda, sedikit jail, agak pemalu, tegas, tidak suka ikut campur urusan orang lain. Ica tipe orang yang lebay, narsis, eksis saat kuliah (suka nanya, pinter debat,dll), pelupa. Ira itu tipe orang yang aktivis organisasi banget, dia eksis rohis kampus, BEM (Badan Ekskutif Mahasiswa), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dll panjang kalau mau disebutkan satu persatu dan dia sering tidur saat kuliah berlangsung alasannya malamnya dia tidak bisa tidur (terkena gejala insomnia) tapi orangnya smart sayang dia kelewat sibuk makanya tidak jarang dia sampai telat bahkan lupa tugas-tugas kuliahnya, dia tipe orang yang bijaksana dan dewasa dalam menghadapi permasalahan tapi tidak jarang dia juga mengeluh. Hal itu tipe orang yang memiliki hobi yang sama ama aku yaitu penggemar film jepang dan korea, tegar, agak lebay dikit, cerewet, memiliki tenaga yang super kuat (waktu itu kita main pukul-pukulan ternyata kepalan tangannya mampu membuatku kesakitan), agak tidak mau eksis di kelas saat ada diskusi. Sri tipe orang yang susah ditebak jalan pemikirannya, pernah suatu waktu tiga diva bertengkar (Sri, Ica dan Hal) dan sampai satu bulan mereka belum baikkan padahal Hal sudah minta maaf begitu juga dengan Ica, tapi lama-lama akhirnya hatinya luluh juga, dia juga tipe orang yang melankolis, kadang-kadang gampang tersungging maksudnya tersinggung. Yap, itu dia karakter masing-masing temanku dan kami memiliki nama kelompok jannatul azhari yang artinya bunga-bunga surga dan itu pemberian dari murobbi kami Teh Sukma.
Saat itu siang hari yang mendung seperti biasa kami nongkrong di mushola. Aku duduk di pinggir teras depan mushola sambil memandang ke langit yang mulai mendung. Di sampingku ada Laila, Ira, Sri, Hal dan mereka tengah asyik menyantap makanan dari kantin mushola. Tiba-tiba Sri kaget mendengar bunyi handphonenya sendiri. Dia menjawab telponnya dan tersentak kaget, ternyata itu sahabat kita “Mawar” yang menelpon dan katanya dia mau pindah kuliah ke Bima. Dan dalam hatiku bertanya “Kenapa mendadak”. Kami pun langsung menumpahkan air mata diiringi isak tangis yang tersedu-sedu sambil menelpon dan saat itu Mawar memberikan alasan kepindahannya yang kurang jelas bagi kami. Kami pun banyak bertanya pada Mawar, kenapa mengabarkannya sekarang dan hari ini juga mau berangkat ke Bima dan kenapa tidak mengabarkan sebelumnya agar kita bisa langsung menemani Mawar ke terminal. Dan kalo begini semua pada cemas dan khawatir tapi waktu itu Mawar cuma menjawab bahwa dia tidak ingin kita sedih. Padahal justru kita merasa sedih karena dia tidak memberitahu dan hanya menginformasikan ke pada kita via SMS “kawan aku pulang”.
Akhirnya kami pun mengambil inisiatif hari itu untuk menyusul Mawar ke terminal. Jam pun menunjukkan pukul 14.00 dan bisnya akan pergi jam 15.00. kami hanya mempunyai waktu satu jam.
Kami pun berjalan dari mushola menuju jalan raya untuk mencari bemo (angkutan umum). Dan setelah menunggu sekian menit kami pun berhasil mendapatkan bemo dan langsung naik. Dari semua teman JA (Jannatul Azhari) hanya Sri yang terus-menerus mengeluarkan air mata, mungkin Sri sangat dekat ama Mawar dan beberapa hari yang lalu Mawar sempat menginap di kostnya dan ternyata hari itu terakhirnya mereka bertemu. Dan banyak sorot mata yang memandang Sri saat menangis dan beberapa dari kami sudah menenangkannya tapi tetap saja air matanya semakin deras.
Aku tak sedikit pun melepaskan pemandangan dari jendela bemo itu dan melihat pemandangan di luar, berharap agar tiba tepat waktu dan melihat wajah Mawar untuk terakhir kalinya.
Mungkin alam mendukung suasana hati kita dan rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi. Perlahan bemo yang kami tumpangi mendekat ke arah terminal dan aku pun semakin penasaran ingin bertemu Mawar. Setelah bemo itu memasuki gerbang terminal kami pun turun dan membayar ongkos masing-masing.
Mawar where are you ??
Kami pun sempat kebingungan dimana Mawar menunggu bisnya. Apa dia sudah berangkat atau belum alhasil kami sempat muter-muter tidak jelas. Dan tidak berapa lama kemudian akhirnya kami berhasil menemukan Mawar memakai sweater oranye dengan tangan kiri yang dibalut perban. Lantas aku bertanya dalam hati “Ada apa gerangan?”. Ternyata teman-teman yang lain penasaran juga dan langsung bertanya. Mawar bilang dia kena pecahan botol sewaktu pingsan dan saat aku melihat kondisinya dia semakin kurus juga lemah. Dan akhir-akhir ini dia jarang masuk kuliah dengan alasan sakit.
“Mawar, why are you so a weak?”.
I hope you can get big spirit from Allah”
Kami pun bertanya dengan perasaan kesal, kenapa harus secepat ini. Dan di tengah derai-derai hujan, luapan air mata kami sudak tidak terbendung lagi. Kami pun menangis di bawah pelukan ukhuwah bersama Mawar. Dan diantara perasaan kesal, kecewa dan marah kami pun larut dalam suasana haru seiring hujan yang semakin turun dengan deras.
Aku dan teman-teman merasa kehilangan dengan sosok yang ngejahilin, becanda-canda ngelantur, nyayi lagu-lagu India dan pembuat cerita-cerita konyol.
            Ia pun naik ke bus dengan derai tangis yang menyayat hati dan diiringi dengan langkah kami menuju arah yang berlawanan sambil menengok ke belakang dan melambaikan tangan untuk yang terakhir kalinya.
            Sungguh hidup ini penuh warna dan ada satu warna yang hilang dari kehidupan kami tetapi dia tetap abadi di masing-masing hati kami dan kami selalu mengingat dia dan tak akan pernah melupakan kenangan bersamanya, karena dia telah menciptakan warna di hati kami yang tidak mungkin terhapuskan oleh setitik air atau seluas air di lautan. Dia tetap ada mengisi hati kami disaat kami merindukannya, walau jarak yang memisahkan kami. She always be my friend forever.
At 10.49 pm
Date : 11/9/2011
###
Note :  Kisah ini terjadi saat kami kuliah dari semester 1 sampa 5. Setelah itu dari semester 6 sampai saat ini kami tetap mengingatnya dan sekali waktu menghubunginya untuk melepas rindu. Mawar saat ini kuliah di Bima dengan mengambil fakultas keguruan jurusan ekonomi. Semoga Allah swt memudahkan setiap urusannya, amin. Dan sampai saat ini aku belum mengetahui alasan kepindahan kuliahnya yang jelas. Dia bilang karena sakit-sakitan tapi menurutku itu bisa diobatin dan setelah kudesak akhirnya dia memberitahu bahwa dia pernah ketemu seorang cowok di depan pintu kostnya dan tiba-tiba dia pingsan dan tidak sadarkan diri. Semenjak saat itu dia sering pingsan dan orang tuanya khawatir terjadi sesuatu makanya ia pulang ke kampung halamannya. Aku tidak mau suuzan ada ilmu hitam atau sejenisnya. Aku hanya ingin Mawar selalu ceria seperti dulu karena senyuman dan candanya membuat orang di sekelilingnya merasa terhibur. Oya, aku membuatkan sebuah puisi untuknya sebagai berikut :
I want to write many word for you friend
But some word will be disappear
It’s means “colour”
May be you can confused
But I want to make you understand
May poem is not word
But...
My paint when I use your colour
It’s not easy when I remember about you
Because you are so far from me
I want to hold your hands
But...
My hands will not to catch you
When I remember you,
The colour will be appear
Friend what ever you stay
I will miss you in this place




Adapun tips persahabatan ala Fitria Listiarini yaitu :
1.      Carilah sahabat yang mempunyai hobi yang sama dengan kita sehingga kita bisa nyambung kalau berkomunikasi dan enak diajak ngomong.
2.      Jangan bersahabat hanya kita melihat dari sisi materinya atau fisiknya semata. Bersahabatlah karena keikhlasan hati dan untuk saling melengkapi satu sama lain. Belum tentu orang yang kita anggap tajir dan berpenampilan menarik atau glamor memiliki perilaku yang baik.
3.      Tentu kita memiliki sahabat atau teman dari SD sampai kuliah atau mungkin sampai kita bekerja. Masing-masing mereka memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Dari situ kita bisa melihat bagaimana watak kita juga terbentuk, ambil yang baiknya saja dan buang jauh-jauh yang negatif/buruk. Bila kau merindukan sahabat-sahabatmu kunjungilah dan tetaplah berkomunikasi agar rasa persaudaraan kita dan silaturahmi tetap berjalan walau kita terbatas waktu dan jarak. Masing-masing mereka telah tersedia di ruang hati yang terdalam, jadi saat kita merindukannya kita bisa mencari kunci hati kita dan membukanya kembali.

Semoga kisahku ini bermanfaat dan menginspirasi
Wassalam
###

BIODATA

Assalammualaikum wr. wb. Perkenalkan namaku Fitria Listiarini, panggilanku Fitri atau Tia. Nama penaku Zefita. Saat ini aku tengah menyelesaikan kuliahku di salah satu perguruan tinggi fakultas ekonomi jurusan akuntansi dan insya Allah jika tidak ada kendala bulan November ini aku lulus. Dari dulu sewaktu aku SMP aku hobi banget nulis diari, cerpen, puisi kadang-kadang artikel dan essay. Dalam hal prestasi menulis untuk karya fiksi aku belum pernah lolos tapi alhamdulillah sudah banyak lomba-lomba yang aku ikuti. Aku mengikuti organisasi di kampusku seperti UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam) waktu itu aku menjabat sebagai koordinator divisi Penerbitan dan dari sana aku bisa menyalurkan bakat menulisku ke mading, newsletter, buletin, dll. Lalu kepengurusan berikutnya aku menjadi bendahara umum. Di rohis aku bertemu dengan saudara-saudara baru dan rasa ukhuwahnya sangat terasa. Selain ikut rohis aku juga ikut Perisai Diri salah satu kegiatan di luar kampus bidang bidang olahraga bela diri khusus pencak silat. Di sana aku bertemu dengan teman-teman yang berbeda namun tetap asyik, bertemu dengan pelatih yang galak dan ramah. Oya, selain itu aku ikut juga di organisasi LDK (Lembaga Dakwah Kampus) sebagai bendahara umum dan bertemu dengan saudara-saudara baru lagi. Dari sana aku dapat melihat, merasa dan menggambarkan watak dan cara pandang mereka sehingga lambat laun komunikasi dan jaringanku bertambah serta sifat dan sikapku mulai berubah ke arah yang lebih baik. Dan jika ingin bersilaturahmi denganku melalui email : flzefita@gmail.com, akun facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1739364832


Selasa, 10 Desember 2013

mentari kembali bersinar
memberikan seberkas cahayanya
seorang gadis menatap sang mentari dengan kedua bola matanya yang hitam
namun saking tidak kuatnya menahan cahaya sang mentari
sang gadis pun memakai kacamata
wah silau banget
lama kelamaan matanya menjadi perih
sehingga dia tidak sanggup lagi menatap sang mentari yang terlalu shinning
mari hentikan tatap menatap  ini sambil bergumam

Sabtu, 16 November 2013

mau nulis tentang jodoh sob.. 
berbica mengenai jodoh yang dihimpun dari berbagai sumber
sumber ini penulis kumpulkan dari cerita teman-teman terdekat 
sebenarnya menurut penulis kalau kita sudah merasa siap untuk menikah maka segera realisasikan niat tersebut. memang tidak mudah sob.. banyak pertimbangan dan tetek bengeknya yang seabrek
saran saya sob nikahlah secepatnya jika sudah mantap karena kita nggak bakalan tau apa yang terjadi
bisa jadi orang yang sangat kita sayangi ternyata bukan jodoh kita
bisa jadi orang yang tidak terlintas dalam pikiran kita yang ternyata akan menjadi pasangan hidup kita
yap segalanya bisa terjadi di dunia ini, takdir dan perasaan bisa dibolak-balik
pernah juga mendengar cerita ada pasangan yang sudah berkomitmen menuju ke arah hubungan
yang serius eh tiba-tiba nggak jadi, si cowok atau mungkin si ceweknya malah dengan orang lain
atau ada pasangan yang sudah berkomitmen, si cowok membuat si cewek menunggu terlalu lama
si cewek pun mulai jenuh karena menunggu ketidakjelasan
dan di tengah kejenuhan tersebut ada sosok lain yang hadir dan menawarkan sebuah ketegasan
walaupun si cewek saking cintanya ke cowoknya tapi dia juga punya otak dan berusaha berpikir logis
why not menerima sesuatu yang lebih pasti daripada menanyakan kejelasan namun tidak jelas hubungannya
mau dibawa kemana.
ada lagi ini cerita yang mungkin cukup heboh, biasa ngegosip bareng teman-teman kantor
ada ini temannya yang sudah dilarikan (adat sasak) tapi ternyata bukannya sama dia menikah
eh malah sama orang lain.
ada lagi yang lebih heboh mirip cerita dalam sinetron
sudah mau akad nikah tapi si cewek entah bagaimana
dia malah menelpon mantannya dan pernikahannya tidak jadi
malahan dia menikah dengan mantannya
wah nggak nyangka ya sob banyak banget kejadian-kejadian yang tidak disangka-sangka
apalagi yang berhubungan dengan jodoh
bisa jadi yang kita yakini bukan jodoh kita
 dan bisa jadi yang tidak kita yakini tenyata jodoh kita
hanya kuasa Alloh yang mampu membolak-balikkan perasaan
mari kita berikhtiar dan berserah diri atas segala usaha yang telah kita lakukan
jangan sampai gara-gara cinta timbul pikiran yang tidak waras
masih ada obatnya, sang pencipta kita Alloh swt yang selalu siap mendengarkan keluh kesah kita
bukankah cinta yang paling utama dan hakiki hanya cinta kepada Alloh
mudah-mudahan saat kita menyayangi dan mencintai seseorang
rasa cinta kita harus berlandaskan hanya pada Alloh
 agar kita tidak terjerumus ke dalam sebuah kesesatan dan perzinahan
memang tidak mudah sob mengontrol hati dan perasaan
tapi kita masih punya akal dan iman yang mampu membimbing kita menuju kebaikan
bila jodoh yang kita yakini pergi harusnya kita merasa beruntung karena kita sudah dijauhkan
dari orang yang tidak benar-benar mencintai kita dan dia seharusnya merasa rugi karena kehilangan
orang yang mencintainya.
jadi sob tetap semangat menjalani kehidupan ini jika kita belum mampu menahan gejolak asmara atau keinginan yang ingin segera menikah, bersabarlah dan logiskanlah pemikiran kita sampai batas kapan kita mampu menunggunya.
##Ganbatte Kudasai##

Jumat, 15 November 2013

hari ini naik bis Unram hehe asyik apalagi jalunya ke Ampenan, kota kenangan sebenarnya cuma pergi melayat tp seru rame-rame kematian membuat gue deja vu tapi salut kematian juga mengajarkan kita sebuah arti cinta yang tulus dan kesetiaan dimana sang suami menjalani kehidupan rumah tangga bersama sang istri selama bertahun-tahun sampai kakek-nenek tapi sang nenek telah lebih dulu meninggal. sang kakek pun bersedih hati dan berusaha mengikhlaskan kepergian sang nenek walau dengan berat hati. wanita hanya menuntut kesetiaan dari laki-laki dan laki-laki aku tak tau dia menginginkan apa, yang sudah berumah tangga mungkin bisa menjelaskan.. kesetiaan itu tak ternilai harganya. namunn, kesetiaan kepada seseorang yang tak setia denganmu akan menyakitimu perlahan-lahan, aku hanya ingin menemukan cinta yang tulus dengan balutan kesetiaan dan kejujuran, adakah masih tersisa untukku?? let me find that

Senin, 11 November 2013

NYA-SATRA DULU

Mentari kembali bersinar Menembus jiwa-jiwa yang mulai redup sinarnya Woi this is November kawan, wah sudah nggak terasa Bentar lagi desember terus gimana ya hubungan saya haha And then what I do now for this is November Kok bisa perasaan ini dibolak-balik Hanya Alloh swt yang mampu membolak-balikkan perasaan ini Wah pengen teriak, rocker juga manusia (ups salah kayaknya) Kadang sangat benci banget ama tuh orang, resek Kadang rindu juga haha kadang suka juga wahaha Konslet ini otak dan hati Never mind asalkan Alloh beside me Padahal udah nyiapin kata-kata untuk mengakhiri hubungan ini Eh kok malah lain yang saya keluarkan Ck ck emang dia nggak salah amat (amat aja nggak salah) Hanya polos dan innocent, ck nggak nyadar apa perasaan saya cepat cemburu Wahahahahaha (ketawa monster) Baiklah kita tunggu semester tiga ini berakhir Dia juga mungkin lagi bertahan haha (bertahan dengann apa serangan kura-kura ninja??) Jikalau dan bagaimana lau bilamana dia tidak bertindak maksudnya beraksi biarlah saya yang beraksi mengakhiri hubungan ini. Baiklah kita lihat actionnya bulan desember atau januari?? Bersambung…